Senin, 30 April 2012

Separatis

Kulit pisang terkelupas
Terbelah dua, lalu empat
Lalu delapan, hingga banyak
Tergantung si penikmat


Inginnya tetap satu padu
Menjadi yang utuh, sekalipun sampai busuk
Namun..
Tanpa itu semua
Semua itu bakal sia-sia
Lebih baik begitu
Mengikuti arus waktu


Dunia ini kosong
Tanpa yang satu
Sedang yang lain entah di mana
Bersatu atau maju?
Sulit..


Bumi ini bulat, sebulat tekadku untuk maju!

Sekarang

Secepat inikah?
Sesingkat inikah?
Sekejap sajakah?
Sepenggal sajakah?
Seawal inikah?
Sekelumit sajakah?
Seciut inikah?
Selaju itukah?
Sekecil inikah?
Sesimpel itukah?
Begitu pendek untaian kata yang kita rajut..
Begitu rendah kenang kita yang menugu..
Laksana sekedipan hati,
detik yang kunjung lalu..
Terlalu indah 'tuk dilupa..
Terlalu sulit 'tuk disirna..
Terlalu alot 'tuk dihilang..
Terlalu kokoh 'tuk digeser..
Tak mudah hancur, tak mudah tenggelam
Terimakasih teman
karenamu, hidpku lebih berwarna..

Kamis, 08 Maret 2012

Bingoeng

Satu terlewati
Sebuah terlampaui
Setangkai tertinggali
Sebutir terhilangi
Seorang terjauhi

Lalu dua...
Lalu tiga...
Sampai titik jenuh
Di mana keadaan begitu sangsi

Hati galau
Rasa bimbang
Langkah tersendat
Nafas terisak

Detik tak memungkinkan,
untuk beristikharah
Hingga pilihan ini
Hinggapi suatu pilihan

LIFE IS FULL OF CHOICE . . . . . .